Minggu, 29 Mei 2011

Rahasia Segitiga Bermuda

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS.Ali Imraan (3):190-191)
Penomena segitiga bermuda dan kerahasiaannya sampai abad 20 ini masih tetap menjadi misteri dan rahasiah alam semesta. Dengan meningkatnya pengetahuan manusia dibidang science dan teknologi di abad ini belum bisa menguak misteri segitiga bermuda. Padahal segitiga bermuda adalah satu kawasan yang ada di muka bumi (bukan di planet lain), dimana letak kawasan segitiga bermuda adalah antara Amerika Serikta-Puerto Rico-Pulau Bermuda. 
Sebenarnya tempat misteri ini tak benar bila dikatakan segitiga, sebab batas-batas dari petunjuk kapal-kapal atau pesawat terbang yang hilang lebih dari bentuk segitiga itu.  Segitiga itupun hanya merupakan imajinasi saja. Bila kita ambil peta, kita buka di bagian Amerika Tengah, di sana terdapat banyak kepulauan Hindia Barat.  
Untuk mengetahui bagaimana bentuk dari Segitiga Bermuda itu, kita tarik garis dari kota Miami ke kota San Juan di Puerto Rico; dari San Juan ke pulau Bermuda; dan kembali ke Miami di daerah Florida, Amerika.
Kenapa kawasan segitiga bermuda menjadi salah satu kawasan yang penuh misteri? ada beberapa cerita dan kejadian dimana kalau kita melintas di kawasan segitiga bermuda ini baik menggunakan pesawat udara maupun kapal laut konon tidak akan kembali atau raib di telan lautan, waah ngeri sekali.
Inilah diantara kejadian-kejadian yang pernah dialami mahluk bumi di kawasan segitiga bermuda:
Kegembiraan Christopher Columbus dan ABK menemukan benua Amerika pada 1492 tiba-tiba saja bertukar menjadi mimpi ngeri. Tanpa diduga, ketika meneruskan pelayaran, ekspedisi ini tidak hanya menemui benua baru itu tetapi turut berhadapan dengan fenomena mistik yang meremangkan bulu roma dan menyeramkan. Di tengah samudera luas, secara tiba-tiba jarum kompas di kapal Columbus bergerak tanpa arah yang pasti. Kejadian aneh semakin membingungkan kerana cuaca di luar kapal sangat baik. Tidak berhenti sampai disitu, Tidak lama kemudian ketika malam menjelang, kelasi kapal dikejutkan dengan kemunculan bola api yang terjatuh ke dalam laut tidak beberapa jauh dari kapal. Mereka juga melihat satu lintasan cahaya dari arah ufuk yang kemudian menghilang begitu saja. Pengalaman aneh itu dicatatkan Columbus ketika menceritakan mengenai ekspedisinya meninjau wilayah baru itu.
Kejadian lainnya, adalah hilangnya dua tanker tambun KC-135 AU AS di 900 mil sebelah timur-laut Miami pada 1963 menambah pekat misteri Segitiga Bermuda. Akibat vile vortices, magnetisme, atau proyek rahasia AS.
Bagi sementara kalangan yang mukim di wilayah Miami dan sekitarnya, nahas yang dialami awak Homestead tersebut memang misteri, namun mereka bisa 'memahaminya' karena kasus-kasus seperti ini seolah kerap terjadi di beranda mereka. Kedua KC-135 berikut 11 awaknya itu adalah korban kesekian dari 'keganasan' Segitiga Bermuda. Namun, seperti yang sudah-sudah, memang jarang sekali ada penjelasan dari kasus-kasus hilangnya kapal atau pesawat terbang di wilayah paling angker dari Lautan Atlantik, yang dibatasi Pulau Bermuda di sebelah Utara, Florida di sebelah Barat, dan Puerto Rico di sebelah Timur ini.
Alkisah mengatakan, laut dan udara di wilayah ini tak pernah menunjukkan gejala gangguan apa-apa menjelang pesawat atau kapal tiba-tiba hilang di sini. Kesan inilah yang membuat opini bahwa sampai-sampai pilot atau nakhoda tak pernah sempat lagi mengambil langkah untuk menghindar. Dan, fenomena yang terjadi di sana memang seolah terlalu dahsyat untuk dihindari. Kesan ini pun seolah membenarkan laporan yang diumumkan jurubicara Lanud Schilling, bahwa tak ada distress call menjelang musibah itu terjadi. Itulah beberapa cerita mengenai peristiwa yang terjadi di Segitiga Bermuda.
Sebuah upaya penelitian ilmiah bukannya belum pernah dicobakan di sini. Paling tidak hal ini pernah dilakukan pemerintah AS dengan mengirim kapal tanpa awak yang dikendalikan dengan remote-control. Namun demikian, kapal yang dipenuhi bermacam-macam sensor penjejak dan pencatat ini, sayangnya, tak pernah juga berhasil mencatat gejala-gejala yang mencurigakan. Inilah yang membuat seluruh misteri di Segitiga Bermuda tak kunjung mendapat penjelasan yang memuaskan secara ilmiah. Hingga kini. 
Dilain pihak, kenyataan inilah yang uniknya kerap membuat para ilmuwan dunia bertanya-tanya. Dunia telah mendapatkan temuan dan pengetahuan yang begitu tinggi dalam bidang science dan wahana tanpa awak, akan tetapi mengapa fenomena 'di depan mata itu' tak pernah juga bisa distemukan jawabannya? Tak kurang dari Zadrach L. Dupe, pakar dari Departemen Geofisika dan Meteorologi ITB, mengungkap ironi tersebut  akhir September lalu di Jakarta. Itu sebabnya, ia mencurigai seperti juga yang diantisipasi ilmuwan dunia lainnya ada satu atau beberapa negara adidaya yang berdiri di belakang berbagai misteri tersebut. Perkiraan ini nampaknya tak berlebihan, mengingat pada tahun 60-an, sebuah badan penyelidik Kanada pernah memergoki pemerintah AS tengah mengupayakan sebuah proyek dengan peralatan magnet besar yang beberapa tahun kemudian diakui sebagai Project Magnet. Proyek. Wlahualam bisawab.
Alam semesta dan segala isinya serta segala kerahasiaannya adalah milik Allah SWT. semata, Karena Dia lah yang menciptakan bumi dan Langit serta segala Isinya.

2 komentar:

Unknown mengatakan...

Ngeri juga kisah segitiga bermuda... salam bro...

Absun mengatakan...

Makassh, komentnya. Ya itu rahasia di dunia yang masih tetap belum ditemukan kerahasiahannya

Posting Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | JCPenney Coupons